Waspadai dampak kenaikan yield obligasi global terhadap Indonesia
Indeks di Wall Street ditutup melemah pada Selasa (1/9).
Penurunan indeks disebabkan kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Kenaikan imbal hasil obligasi akibat kekhawatiran akan inflasi dan kenaikan suku bunga.
Data Job Openings bulan Juli tercatat sebanyak 7.27 juta dari 7.18 juta (1/9).
Data inflasi domestik meningkat menjadi 3.19% YoY di Agustus 2026 dari 2.88% YoY (1/9).
Indeks manufaktur PMI Indonesia turun pada level 49.8 di Agustus 2026 (1/9).
Neraca perdagangan RI mencapai surplus US$0.13 miliar pada Juli 2026 (1/9).
Harga minyak ditutup menguat hampir 5% (1/9).
U.S. 10-year Bond Yield naik lebih dari 3 bps di level 4.792% (1/9).
Harga emas spot ditutup melemah 2.7% di level US$4,329/troy oz (1/9).
Diperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 6,535-6,635.
Top picks (2/9): BBCA, BMRI, BBRI, BUMI, PTRO dan CUAN.
By PHINTRACO SEKURITAS | Research
– Disclaimer On –