Dipertahankannya peringkat Indonesia oleh S&P menjadi katalis positif (14/7)
Indeks di Wall Street ditutup melemah pada Senin (13/7).
Koreksi didorong pelemahan saham sektor teknologi dan meningkatnya ketegangan AS-Iran.
Inflasi AS (CPI) diperkirakan melambat menjadi 3.9% YoY di Juni dari 4.2% di Mei (14/7).
Chairman the Fed Kevin Warsh akan testmoni di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS (14/7).
Tiongkok akan merilis data ekspor impor bulan Juni yang diperkirakan melambat (14/7).
S&P Global Ratings menegaskan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada “BBB” dengan outlook Stabil (13/7).
S&P memperkirakan ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh 5.1% pada 2026.
Harga minyak menguat lebih dari 9% (13/7).
U.S. 10-year Bond Yield naik lebih dari 4 bps ke level 4.614% (13/7).
Harga emas spot melemah 3.1% di level US$3,991/troy oz (13/7).
Diperkirakan IHSG berpotensi uji level resistance di 6,080-6,120 pada Selasa (14/7).
Top picks (14/7): BBNI, BBCA, BMRI, TLKM dan ASII.
By PHINTRACO SEKURITAS | Research
– Disclaimer On –