Research

PHINTAS Weekly Report 15 Oktober 2018

Meredanya aksi sell off investor seiring dengan penurunan US 10-Year Treasrury Yield ke kisaran 3.15% berhasil memicu penguatan Wall Street pada Jumat (12/10). Meskipun menguat signifikan, penguatan Wall Street masih dibayangi oleh kekhawatiran investor terhadap kenaikan tingkat suku bunga acuan yang lebih agresif menjelang rilis hasil rapat FOMC pada Kamis (18/10) mendatang. Selain itu, isu perang dagang juga akan menambah tekanan bagi Wall Street pada pekan ini seiring dengan adanya potensi pengenaan tarif lanjutan oleh presiden Donald Trump bagi produk Tiongkok.

 

Sejalan dengan Wall Street, bursa regional diperkirakan cenderung tertekan dibayangi oleh isu perang dagang. Hal ini terlihat pada penguatan nilai tukar aset safe haven Yen Jepang terhadap dolar AS sebesar 0.12% hari ini (15/10). Selain dari isu perang dagang, investor regional juga diperkirakan cendeung wait and see menjelang rilis data pertumbuhan PDB Tiongkok 3Q-2018 yang diperkirakan melambat (6.6% vs 6.7% YoY). Berbagai sentimen tersebut, juga akan membayangi kinerja IHSG pekan ini yang diperkirakan bergerak fluktuatif dengan rentang 5700-5850. Rilis data neraca perdagangan Indonesia hari ini (15/10) akan menjadi fokus investor seiring dengan intervensi pemerintah untuk menjaga laju pertumbuhan impor.

Top