Research

PHINTAS Weekly Report 17 September 2018

Transaksi berjalan AS 2Q-2018 (19/9) (-103.5B vs –124.1B QoQ) diprediksi mencatatkan penurunan defisit seiring dengan berbagai tarif impor yang telah diberlakukan sejak awal tahun. Untuk mempertahankan penurunan defisit, presiden AS, Donald Trump, akan memberlakukan tarif impor bagi US$200 miliar produk Tiongkok sesuai rencana sebelumnya. Hal ini menjadi sentimen negatif yang membatasi penguatan Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu (14/9). Sementara itu, rilis data inflasi Eropa (17/9) (2.0% vs 2.0% YoY) juga akan menjadi fokus investor seiring rencana pengurangan stimulus pembelian obligasi dari EUR30 miliar menjadi EUR15 miliar berlaku mulai Oktober 2018.

 

Sentimen global diperkirakan cukup berpengaruh pada bursa regional dan domestik pekan ini. Selain itu investor akan mencermati pernyataan BOJ seiring dengan pengumuman tingkat suku bunga acuan Jepang (19/9) yang diperkirakan bertahan pada level yang sama (-0.10% vs –0.10%). Dari domestik sendiri, proyeksi perbaikan  neraca perdagangan Indonesia (NPI) Agustus 2018 (17/9) (-0.68B vs –2.03B MoM) dapat memberikan sentimen positif bagi Rupiah. Data ini akan menjadi salah satu indikator efektivitas intervensi pemerintah untuk menjaga pertumbuhan impor. Sentimen di atas dapat berpotensi mendorong penguatan IHSG pada pekan ini.

Top