Research

PHINTAS Weekly Report 12 April 2021

Indeks-indeks Wall Street kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan Jumat (9/4). DJIA dan S&P 500 mencatatkan rekor tertinggi baru sejalan dengan penguatan tersebut. Optimisme terhadap akselerasi pemulihan ekonomi di AS menjadi katalis utama penguatan mayoritas indeks Wall Street tersebut. Kenaikan tingkat inflasi, penurunan tingkat pengangguran dan komitmen the Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter akomodatif mendasari optimisme tersebut.

Meski memperoleh arahan positif dari Wall Street, IHSG diperkirakan masih bergerak fluktuatif (sideways) dalam rentang support-resistance 5950-6120 pada pekan ini. Dari data ekonomi, pelaku pasar mengantisipasi data inflasi AS yang diperkirakan naik ke level 2.4% yoy di Maret 2021 (13/4). Kenaikan tersebut berpotensi mendorong technical rebound pada U.S. Bond Yields seiring dengan peningkatan ekspektasi akselerasi pemulihan ekonomi di AS. Hal ini berpotensi memicu berlanjutnya kecenderungan aksi jual Investor Asing di Pasar Modal Indonesia pada pekan ini. Masih dari data ekonomi, pelaku pasar juga menantikan data Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) bulan Maret 2021 (15/4). Kenaikan nilai ekspor yang diikuti kenaikan nilai impor dapat menjadi katalis positif bagi IHSG dan meredam potensi aksi jual, terutama oleh Investor Asing.

Oleh sebab itu, saham-saham defensif (di sektor infrastruktur dan consumer goods) dapat kembali diperhatikan dapat dicermati, antara lain PGAS, TOWR, ICBP, MYOR dan JPFA di perdagangan Senin (9/4).

 

Top