Research

PHINTAS Weekly Report 12 November 2018

Mengakhiri perdagangan pekan lalu (9/11), Wall Street ditutup cenderung melemah seiring dengansentimen negatif dari isu perang dagang dan juga fluktuasi harga minyak dunia. Isu perang dagang kembali menjadi fokus menjelang pertemuan G20 di bulan Desember 2018 seiring dengan rencana diskusi antara AS dan Tiongkok yang akan berlangsung pada pertemuan tersebut. Selain itu, uncertainty risk turut meningkat seiring dengan spekulasi yang terjadi pada harga komoditas. Hal ini disebabkan oleh peringatan yang diberikan oleh negara-negara produsen minyak baik dari OPEC maupun non-OPEC terkait dengan oversupply minyak di pasar yang dapat kembali menekan harga minyak kedepan. Pada pagi hari ini (12/11) tercatat harga crude oil turun ke kisarna US$60 dari sebelumnya di kisaran US$70.

 

Sentimen dari pasar komoditas juga akan mempengaruhi perdagangan bursa regional dan domestik pada pekan ini. Sejalan dengan hal ini, diperkirakan sektor pertambangan dan juga energi cenderung tertekan sepanjang pekan ini. Selain itu, untuk pasar domestik sendiri, melebarnya CAD 3Q-2018 dari kuartal sebelumnya (3.37% vs 3.00% QoQ) menjadi sentimen negatif bagi pergerakkan Rupiah dan IHSG pekan ini. Diperkirakan nilai tukar Rupiah dapat tertekan kembali ke kisaran Rp14,800-Rp14,900 dan menekan  kinerja sektor keuangan.

Top