Research

PHINTAS Weekly Report 26 July 2021

Indeks-indeks Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (23/7). DJIA bahkan ditutup diatas level 35,000 untuk pertama kalinya (23/7). Sejalan dengan penguatan tersebut, U.S. 10-year Treasury Yield mencatatkan rebound ke level 1.281% pada perdagangan Jumat (23/7). Penguatan tersebut ditopang data U.S. Markit Manufacturing PMI Flash ke level 63.1 di Juli 2021, naik dari 62.1 di Juni 2021, dan lebih tinggi dari proyeksi yang sebesar 62. Selain AS, indeks manufaktur Euro Area (actual 62.6 vs forecast 62.5 vs previous 63.4) dan Jerman (actual 65.6 vs forecast 64.2 vs previous 65.1) juga berada diatas ekspektasi di bulan Juli 2021.

Ditengah sentimen positif eksternal, IHSG berpeluang kembali uji resistance level 6130-6170, terutama di awal perdagangan pekan ini (26/7). Untuk sepekan kedepan, IHSG diperkirakan masih cenderung bergerak fluktuatif diatas level psikologis 6000. Salah satu katalis positif berasal dari ekspektasi bahwa the Fed masih mempertahankan kebijakan moneter akomodatifnya pada pertemuan tengah pekan ini (29/7). Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan sukubunga acuan di level 3.50% (22/7). Hal-hal tersebut berpotensi menopang stabilitas nilai tukar Rupiah, setidaknya sepanjang pekan ini.

Dengan demikian, saham-saham komoditas, seperti ANTM, TINS, INCO, MDKA, AALI, SIMP dan LSIP dapat diperhatikan. Selain itu, saham-saham yang terkait dengan sukubunga dan nilai tukar, terutama bank (BBCA, BBNI, BBRI dan BMRI) serta properti (SMRA, PWON, CTRA dan BSDE) dapat diperhatikan.

 

Top