Research

PHINTAS Weekly Report 19 November 2018

Dibayangi oleh meningkatnya uncertainty risk terkait kondisi keuangan global, diperkirakan bursa global, regional, dan domestik akan bergerak cenderung melemah sepanjang pekan ini. Dari Eropa, isu brexit kembali menjadi fokus investor seiring dengan negosiasi yang belum berhasil mencapai kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa. Sejalan dengan hal ini, masih terdapat kemungkinan yang cukup besar bahwa kesepakatan kedua belah pihak tidak tercapai sampai dengan brexit pada bulan Maret 2019 mendatang. Selain itu, isu perang dagang antara Tiongkok dan AS juga kembali menjadi market mover pada pekan ini seiring dengan negosiasi perdagangan yang masih belum akan mencapai kesepakatan dalam waktu dekat. Seiring dengan berbagai sentimen negatif tersebut, nilai tukar safe haven Yen Jepang kembali menguat terhadap dolar AS ke kisaran US$112 pada pagi hari ini (19/11).

 

Selain berbagai sentimen di atas, fluktuasi pada pasar komoditas juga akan mempengaruhi pergerakkan sektor energi dan pertambangan pada pekan ini. Harga minyak dunia masih tertekan di kisaran US$57 dibayangi oleh rencana peningkatan output oleh negara-negara OPEC dan Non-OPEC. Penurunan harga minyak ini juga memicu koreksi harga batu bara yang kembali berada di kisaran US$90 pada hari ini (19/11).

Top