Research

PHINTAS Daily Report 14 Juni 2019

IHSG masih rawan profit taking di akhir pekan ini (14/6), mengingat stochastic telah membentuk sinyal death cross pada overbought area. Salah satu faktor yang dapat menjadi katalis aksi profit taking pada hari ini adalah antisipasi berlanjutnya defisit Neraca Perdagangan Indonesia di bulan Mei (17/6). Apalagi, harga minyak dunia membukukan rebound signifikan dalam beberapa hari terakhir. Sebagai informasi, defisit Neraca Perdagangan Migas mencapai US$1.5 miliar di April 2019. Selain itu, pasar juga masih dibayangi oleh penurunan Cadangan Devisa sebesar US$4 miliar menjadi US$120.3 miliar per 31 Mei 2019. Jumlah tersebut cukup untuk mendanai 6.9 bulan impor dan 6.7 bulan impor dan utang luar negeri Pemerintah.

 

Oleh sebab itu, tetap waspadai potensi profit taking pada saham-saham bluechip yang mayoritas masih membukukan rally pada perdagangan Kamis (13/6). Waspadai profit taking pada saham-saham bank, infrastruktur dan konstruksi. Sektor pertambangan juga belum tentu menguat, meskipun harga minyak rebound signifikan. Sebab, harga coal masih tertahan di kisaran terendah sejak Juni 2017.

Top