Research

PHINTAS Weekly Report 27 July 2020

Sepanjang pekan lalu (24/7), indeks-indeks di Wall Street cenderung terkoreksi. Meningkatnya ketegangan hubungan geopolitik antara AS dengan Tiongkok memberikan sentimen negatif bagi indeks-indeks di Wall Street. Faktor lain yang membayangi pergerakan Wall Street adalah perkembangan data sektor tenaga kerja di AS dan laporan keuangan Q2-2020 dari perusahaan-perusahaan di AS.

Mendapatkan sentimen negatif dari Wall Street, IHSG cenderung bergerak terbatas pada pekan lalu (24/7). Dari dalam negeri, sikap wait and see pelaku pasar terhadap rilis laporan kinerja periode Q2-2020 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut memicu pergerakan sideways IHSG. Merebaknya wabah COVID-19 di Indonesia yang mendasari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi menekan kinerja beberapa emiten di BEI. Meski demikian, Pemerintah RI telah mengimplementasikan sejumlah stimulus yang diharapkan dapat meredam dampak negatif dari hal tersebut.

Mempertimbangkan sentimen global dan domestik, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada hari (27/7). Dari dalam negeri, pelaku pasar juga akan menantikan rilis data pertumbuhan kredit periode Juni 2020. Besarnya stimulus fiskal dari Bank Indonesia (BI) berpotensi meningkatkan tingkat penyaluran kredit Indonesia periode Juni.

 

Top