Research

PHINTAS Weekly Report 15 Juni 2020

Sepanjang pekan lalu (12/6), indeks-indeks di Wall Street cenderung melemah sebelum mencatatkan rebound pada perdagangan Jumat (12/6). Kekhawatiran terhadap gelombang kedua wabah COVID-19 seiring meningkatnya tingkat rawat inap di beberapa county di negara bagian California menjadi salah satu pemicu pelemahan tersebut. Pelemahan Wall Street juga di picu oleh outlook perekonomian AS dari the Fed. Diperkirakan, perekonomian AS berpotensi terkontraksi hingga 6.5% yoy di periode 2020 .

Searah dengan Wall Street, IHSG juga cenderung melemah sebelum ditutup menguat terbatas pada akhir pekan (12/6). Diperlonggarnya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara bertahap memicu kekhawatiran investor terhadap peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia. Sebagai catatan, hingga saat ini (15/6) data dari John Hopkins University melalui gisanddata mencatatkan terdapat 38,277 kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Mempertimbangkan sentimen diatas, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah pada kisaran support resistance 4770-4930 pada perdagangan hari ini (15/6). Seiring dengan pergerakan tersebut, investor akan mencermati rilis data Industrial Production Tiongkok periode Mei untuk memberikan outlook perekonomian pasca pelonggaran lockdown di Tiongkok. Dari dalam negeri, investor juga akan mencermati rilis data Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) periode Mei. Konsensus yang di himpun oleh tradingeconomics memperkirakan NPI periode Mei akan mencatatkan surplus sebesar US$0.42 Miliar.

 

Top