Research

PHINTAS Weekly Report 8 June 2020

 

Sepanjang pekan lalu (5/8), indeks-indeks di Wall Street bergerak menguat, merespon optimisme investor terhadap pembukaan perekonomian AS secara bertahap. Masih dari AS, investor juga merespon rilis data Unemployment Rate AS periode Mei yang berada dibawah ekspektasi konsensus (Konsensus : 19.8%, Aktual : 13.3%). Sebagai catatan, turunnya tingkat pengangguran di AS memberikan indikasi bahwa perekonomian akan pulih lebih cepat dibandingkan ekspektasi.
Mendapatkan arahan positif dari Wall Street, IHSG juga bergerak menguat sepanjang pekan lalu (5/8). Selain sentimen dari Wall Street, data Purchasing Manager Index (PMI) Manufacturing Tiongkok dari Caixin (Sebelumnya : 49.40, Aktual : 50.70) untuk Mei 2020 mengindikasikan adanya ekspansi sektor manufaktur. Dari dalam negeri, optimisme investor terhadap outlook perekonomian Indonesia meningkat seiring dengan upaya pelonggaran kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah tertentu secara bertahap menjadi sentimen positif bagi IHSG.
Mempertimbangkan sentimen diatas, IHSG diperkirakan akan menguat dan kembali menguji resistance sekaligus level psikologis pada kisaran 5000 pada perdagangan hari ini (6/8).  Seiring penguatan tersebut, investor dapat mempertimbangkan untuk melakukan trading buy saham-saham yang belum mencatatkan penguatan signifikan terutama pada sektor consumer goods seperti UNVR, ICBP dan INDF. Diperkirakan, saham-saham tersebut akan bergerak menguat pada hari ini (6/8).

Sepanjang pekan lalu (5/8), indeks-indeks di Wall Street bergerak menguat, merespon optimisme investor terhadap pembukaan perekonomian AS secara bertahap. Masih dari AS, investor juga merespon rilis data Unemployment Rate AS periode Mei yang berada dibawah ekspektasi konsensus (Konsensus : 19.8%, Aktual : 13.3%). Sebagai catatan, turunnya tingkat pengangguran di AS memberikan indikasi bahwa perekonomian akan pulih lebih cepat dibandingkan ekspektasi.


Mendapatkan arahan positif dari Wall Street, IHSG juga bergerak menguat sepanjang pekan lalu (5/8). Selain sentimen dari Wall Street, data Purchasing Manager Index (PMI) Manufacturing Tiongkok dari Caixin (Sebelumnya : 49.40, Aktual : 50.70) untuk Mei 2020 mengindikasikan adanya ekspansi sektor manufaktur. Dari dalam negeri, optimisme investor terhadap outlook perekonomian Indonesia meningkat seiring dengan upaya pelonggaran kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah tertentu secara bertahap menjadi sentimen positif bagi IHSG.


Mempertimbangkan sentimen diatas, IHSG diperkirakan akan menguat dan kembali menguji resistance sekaligus level psikologis pada kisaran 5000 pada perdagangan hari ini (6/8).  Seiring penguatan tersebut, investor dapat mempertimbangkan untuk melakukan trading buy saham-saham yang belum mencatatkan penguatan signifikan terutama pada sektor consumer goods seperti UNVR, ICBP dan INDF. Diperkirakan, saham-saham tersebut akan bergerak menguat pada hari ini (6/8).

 

Top