Research

PHINTAS Weekly Report 30 September 2019

Indeks-indeks Wall Street berakhir negatif pada perdagangan Jumat (27/9). Pelemahan tersebut disebabkan oleh rencana Pemerintah AS untuk membatasi investasi oleh Investor AS di Tiongkok, meskipun telah dibantah oleh Juru Bicara Departemen Keuangan AS, Monica Crawley. Jika direalisasikan, Rencana kebijakan tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu proses negosiasi dagang AS-Tiongkok yang tengah berlangsung. AS dan Tiongkok dijadwalkan mengadakan pertemuan lanjutan pada 10 Oktober 2019.

 

Indeks-indeks regional merespon negatif kabar diatas dengan dibuka terkoreksi pada pagi hari ini (30/9). Nikkei (-0.44%) terkoreksi paling dalam, diikuti oleh ASX 200 (-0.02%) dan KOSPI (-0.17%). Sementara bursa Tiongkok libur sepanjang pekan ini. Pergerakan tersebut mengindikasikan bahwa negosiasi dagang AS-Tiongkok merupakan concern utama Investor Regional, setidaknya dalam sepekan kedepan.

 

Sikap yang sama akan ditunjukan oleh Investor di Indonesia, mengingat trade wars yang telah melebar menjadi perang tarif telah menunjukan dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia, terutama di sisi kinerja ekspor dan impor. Sementara jadwal penting domestik adalah paripurna dan pelantikan DPR MPR RI pada 30 September dan 1 Oktober 2019, serta pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2019. Mempertimbangkan hal-hal tersebut, sebaiknya cermati saham-saham defensive, terutama consumer goods atau saham bluechip yang sudah melemah signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Top