Research

PHINTAS Weekly Report 12 Agustus 2019

Indeks-indeks Wall Street dibayangi oleh keraguan terhadap potensi kesepakan dagang antara AS dengan Tiongkok, menyusul penyataan Presiden AS, Donald Trump bahwa AS “not rready to strike a trade deal with China” (9/8). Presiden Donald Trump juga menyatakan bahwa Pemerintah AS tidak akan membeli produk-produk Hwawei (9/8). Pernyataan tersebut memicu pelemahan harga saham perusahaan chipmaker, seperti Micron Technology dan Skyworks Solutions (9/8).

 

Masih terkait dengan isu trade wars, Investor di Indonesia juga mempertimbangkan potensi dampak negatif trade wars yang berkepanjangan terhadap outlook ekonomi Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu faktor pemicu volatilitas IHSG dalam beberapa pekan terakhir. Pasalnya, sejumlah data makro domestik terbaru mengindikasikan atau menggambarkan dampak negatif dari trade wars tersebut.

 

Pertama, defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) yang mencapai US$8.44 miliar atau setara dengan 3.04% dari PDB Indonesia di Q2-2019. Salah satu penyebabnya adalah penurunan surplus transaksi barang (net export) sebesar 32.49% qoq menjadi US$187 juta pada Q2-2019 (penurunan ini dinilai sebagai salah satu dampak trade wars). Kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia “hanya” mencapai 5.05% yoy di Q2-2019, turun dari 5.07% yoy di Q1-2019. Dengan demikian, IHSG cenderung dibayangi sentimen negatif sepanjang pekan ini dan berpeluang kembali terkoreksi ke kisaran 6250-6275, tertutama di awal pekan.

Top