Research

PHINTAS Weekly Report 22 Juli 2019

Indeks-indeks Wall Street melemah signifikan di akhir pekan lalu (19/7), merespon kinerja Q1-2019 dari perusahaan-perusahaan di AS. FactSet data melaporkan bahwa dari 15% konstituen S&P 500 yang sudah merilis laba bersih Q1-2019, hanya 79% yang membukukan better-than-expected profit. Data tersebut diperparah dengan berlanjutnya fluktuasi harga minyak dunia, seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, antara Iran dengan negara-negara barat.

 

Serupa dengan Wall Street, kinerja keuangan Q2-2019 juga menjadi perhatian investor-investor regional. Berkaca dari kinerja perusahaan-perusahaan di AS, Investor regional turut mengkhawatirkan kinerja perusahaan-perusahaan di negaranya. Hal ini memicu pelemahan Nikkei (-0.31%), ASX 200 (-0.20%) dan KOSPI (-0.06%) di pagi hari ini (22/7).

 

Serupa dengan bursa global dan regional, pergerakan IHSG pada pekan ini juga akan dipengaruhi oleh rilis kinerja keuangan Q2-2019 oleh emiten-emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Disamping data tersebut, Investor juga mengantisipasi data Foreign Direct Investment (FDI) atau realisasi investasi Q2-2019 yang dijadwalkan dirilis awal pekan ini (22/7). FDI diperkirakan tumbuh 9.3% yoy di Q2-2019. Data realisasi investasi tersebut dapat menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi Q2-2019 Indonesia. Oleh sebab itu, IHSG berpeluang melanjutkan pola uptrend hingga kisaran 6420-6430 di awal pekan ini (22/7).

Top