Research

PHINTAS Daily Report 10 Juli 2019

Sikap wait and see juga ditunjukan oleh investor di Indonesia. Selain faktor eksternal, yaitu antisipasi hasil FOMC dan perkembangan negosiasi dagang, sikap wait and see investor juga dipicu oleh kekhawatiran realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di bawah asumsi awal. Masih terkait hal tersebut, DPR RI dan Pemerintah tengah menyusun RAPBN 2020. Salah satu poin yang disepakati adalah target pertumbuhan ekonomi 2020 sebesar 5.2%-5.5% yoy, lebih rendah dari target dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal yang sebesar 5.3%-5.6% yoy. Poin lainnya adalah target defisit anggaran sebesar 1.52%-1.75% dari PDB. Sebagai informasi, defisit anggaran per Mei 2019 adalah 0.79% dari PDB.

 

Oleh sebab itu, investor masih menantikan booster untuk meningkatkan confidence terhadap pasar modal Indonesia. Utamanya adalah pemangkasan the Fed Rate dan perkembangan positif dari negosiasi dagang AS-Tiongkok, disamping perbaikan data-data ekonomi makro Indonesia. Oleh sebab itu, IHSG diperkirakan masih cenderung sideways dalam rentang 6350-6400 pada hari ini (10/7).

Top