Research

PHINTAS Weekly Report 20 Mei 2019

Volatilitas mayoritas bursa global (Wall Street dan Eropa) meningkat pada pekan lalu, seiring dengan isu-isu perang dagang. Dimulai dari perang tarif jilid II antara AS dan Tiongkok, hingga kebijakan Pemerintah AS yang mengharuskan perusahaan di AS untuk memiliki license sebelum berhubungan bisnis dengan Hwawei, salah satu perusahaan alat telekomunikasi terbesar di Tiongkok.

 

Sentimen yang sama menjadi pemicu pelemahan mingguan pada mayoritas bursa regional, terutama SSEC (China) dan STI (Singapore). Sejalan dengan mayoritas bursa regional, IHSG juga melemah sepanjang pekan kemarin. Akan tetapi, pelemahan IHSG jauh lebih dalam dari rata-rata bursa regional, yaitu lebih dari 6%. Khusus IHSG, selain faktor perang dagang, efek psikologis jelang pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2019 oleh KPU pada pekan ini (22/5) juga turut menekan IHSG. Faktor lain yang menjadi concern pelaku pasar adalah data-data ekonomi domestik terbaru yang kurang memuaskan, salah satunya defisit Neraca Perdagangan Indonesia yang mencapai US$2.5 miliar di April 2019.

 

Pada pekan ini, isu-isu diatas diperkirakan masih menjadi concern pelaku pasar. Oleh sebab itu, ada kecenderungan wait and see yang diperkirakan menahan IHSG di kisaran support 5650-5675 sepanjang pekan ini. Dengan demikian, pelemahan IHSG diperkirakan lebih terbatas, cermati peluang bargain hunting.

Top