Research

PHINTAS Daily Report 9 Mei 2019

Kinerja ekspor Tiongkok (-2.7% yoy) yang di bawah ekspektasi (14.2% yoy) pada bulan April diperkirakan masih membayangi pergerakan IHSG pada hari ini (9/5). Pasalnya, Investor di Indonesia juga tengah menantikan data neraca perdagangan yang dijadwalkan rilis Rabu pekan depan (15/5). Defisit neraca perdagangan dikhawatirkan semakin memangkas cadangan devisa Indonesia, mengingat nilai tukar Rupiah juga cenderung melemah (sekitar 1%) sejak awal April.

 

Oleh sebab itu, tekanan jual terhadap IHSG diperkirakan masih cukup besar pada hari ini (9/5). IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6250-6300 (9/5) dengan kecenderungan melemah terbatas, menguji support level 6250. Meski demikian, Investor dapat mencermati peluang penguatan harga saham-saham komoditas yang mendapat sentimen positif dari penguatan harga komoditas minyak, gas dan batubara. Penguatan tersebut merespon penurunan U.S. Crude Oil Inventories sebesar 3.96 juta barel pada pekan lalu. Saham-saham defensive juga dapat menjadi perhatian investor.

Top