Research

PHINTAS Weekly Report 6 Mei 2019

Isu trade wars kembali meningkat di awal pekan ini, menyusul pernyataan Presiden AS, Donald Trump mengenai tarif impor pada Minggu sore (5/5) waktu setempat. Donald Trump berencana menaikan tarif impor dari 10% menjadi 25% atas sejumlah produk dari Tiongkok senilai US$200 miliar dan tarif impor sebesar 25% atas sejumlah produk dari Tiongkok senilai US$325 miliar. Hal tersebut mendasari rencana Tiongkok untuk membatalkan negosiasi dagang dengan AS yang semula dijadwalkan Rabu (8/5). Sentimen negatif terhadap global trade tersebut memicu pelemahan signifikan harga minyak, dengan harga Crude Oil kembali ke bawah level US$61 per barel di pagi hari ini (6/5).

 

Dibayangi sentimen-sentimen negatif eksternal di atas, IHSG diperkirakan masih melanjutkan pelemahannya di awal pekan ini (6/5), atau setidaknya di awal perdagangan Senin (6/5). Pasalnya, Investor di Indonesia juga masih menantikan data pertumbuhan ekonomi Q1-2019. MenKo Perekonomian, Darmin Nasution menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Q1-2019 diperkirakan mencapai 5.1% yoy, sementara Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Q1-2019 mendekati 5.2% yoy. Meski diperkirakan lebih baik dari realisasi Q1-2018 yang sebesar 5.06% yoy, namun perkiraan tersebut masih di bawah asumsi APBN 2019 yang sebesar 5.3% yoy. Oleh sebab itu, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang Support-Resistance 6250-6360 di awal pekan ini.

Top