Research

PHINTAS Weekly Report 25 Maret 2019

Merespon sinyal perlambatan ekonomi global, indeks-indeks Wall Street terkoreksi pada perdagangan akhir pekan lalu (22/3). Sebelumnya (21/3), The Fed mengindikasikan untuk tidak menaikkan suku bunga di tahun 2019 seiring perlambatan ekonomi AS hingga ketidakpastian perekonomian global. Sinyal lainnya adalah data Manufacturing PMI AS bulan Maret sebesar 52.5 lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 53 (22/3). Sementara di kawasan Eropa, Manufacturing PMI bulan Maret sebesar 47.6, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 49.3 (22/3). Hal tersebut mengindikasikan adanya perlambatan aktivitas manufaktur akibat perlambatan ekonomi global, seiring masih belum pastinya kesepakatan dagang AS-Tiongkok dan Brexit. Bahkan, akibat ketidakpastian tersebut, Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang menurunkan target pertumbuhan ekonomi Tiongkok untuk tahun 2019 di kisaran 6%-6.5% (5/3).

 

Mendapatkan arahan negatif dari Wall Street (22/3), pergerakan beberapa bursa regional di perdagangan awal pekan ini (25/3) cenderung melemah, diantaranya ASX200 (-1.19%), KOSPI (-1.38%), dan Nikkei225 (-2.52%). Sentimen serupa diperkirakan menjadi fokus utama Investor di Indonesia dan menjadi sentimen negatif untuk IHSG di awal pekan ini (25/3). Selain itu, dari domestik investor juga menantikan data pertumbuhan kredit Sektor Perbankan Indonesia bulan Februari. Oleh sebab itu, pergerakan IHSG di awal pekan ini (25/3) berpeluang melemah ke kisaran 6500-6520.

 

Top