Research

PHINTAS Weekly Report 11 Februari 2019

Sepanjang pekan kemarin, IHSG cenderung konsolidatif. Hal ini sejalan dengan perkembangan negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok guna mencapai kesepakatan sebelum deadline 1 Maret 2019. Akan tetapi, dari sejumlah rangkaian pertemuan, belum tercapai kesepakatan yang jelas. Kabar terbaru bahkan menyebutkan bahwa Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping baru akan bertemu setelah deadline 1 Maret 2019. Artinya, akan ada kenaikan tarif terhadap produk impor Tiongkok yang masuk ke AS. Hal ini berpotensi memicu aksi balasan dari Tiongkok. Berlanjutnya perang dagang, dikhawatirkan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global.

 

Meski demikian, IHSG berpeluang mencatatkan technical rebound pada perdagangan pekan ini. Salah satunya didorong oleh penerapan formula baru perhitungan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dengan formula baru ini, PT Pertaminan menurunkan harga Premium sebesar Rp100 per liter di Jawa, Madura dan Bali. Harga baru ini berlaku mulai 10 Februari 2019. Penyesuaian tarif BBM ini akan berdampak pada kenaikan daya beli masyarakat, secara langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu, cermati potensi akumulasi beli pada saham-saham consumer goods pada pekan ini, terutama di awal pekan ini (11/2). Disamping itu, cermati potensi technical rebound pada sejumlah saham bank, terutama bank-bank big cap. IHSG diperkirakan kembali menguji level 6580-6600 pada pekan ini.

Top