Research

PHINTAS Weekly Report 21 Januari 2019

Mayoritas bursa global menguat pada perdagangan Jumat (18/1), dipicu perkembangan positif negosiasi dagang antara AS dengan Tiongkok. Masih terkait kebijakan fiskal, sentimen positif lainnya adalah rencana stimulus ekonomi oleh Pemerintah Tiongkok guna meredam potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan melambat ke 6.4% yoy di Q4-2018 (21/1). Sementara dari sisi moneter, the Fed dan People’s Bank of China (PBOC) mengeluarkan statement yang cenderung dovish terkait arah kebijakan di tahun 2019.

 

Hal-hal di atas meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal, termasuk Pasar Modal Indonesia. Sepanjang awal tahun 2018, IHSG menguat 4.09% ytd, dengan akumulasi net buy investor asing yang mencapai Rp10.42 triliun pada periode yang sama. Perbaikan sejumlah data ekonomi domestik juga turut berperan dalam penguatan IHSG tersebut, diantaranya Indeks Keyakinan Konsumen Desember (+430 bps yoy), pertumbuhan penjualan eceran Oktober (3.4% yoy), pertumbuhan kredit Desember (12.9% yoy) hingga pertumbuhan penjualan motor Desember (8.9% yoy). Data-data tersebut memberikan sinyal akselerasi pertumbuhan ekonomi di Q4-2018. Oleh sebab itu, IHSG masih berpeluang melanjutkan pola uptrend dengan target penguatan ke kisaran level psikologis 6500 pada pekan ini.

Top