Research

PHINTAS Weekly Report 14 Januari 2019

Indeks-indeks Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (11/1), seiring dengan berlanjutnya government shutdown di AS serta meningkatnya kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global, termasuk AS dan Tiongkok. Meski demikian, Indeks-indeks Wall Street membukukan penguatan lebih dari 2% sepanjang pekan lalu. Penguatan ini didorong oleh hasil positif pertemuan 3 hari antara AS dengan Tiongkok serta pandangan dovish terkait kebijakan moneter di tahun 2019 dalam risalah the Fed. Selain Wall Street dua sentimen terakhir juga mendorong penguatan mingguan pada mayoritas bursa di Eropa dan Asia.

 

Di awal pekan ini, data Neraca Perdagangan Tiongkok (14/1), akan memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi Tiongkok. Tiongkok diperkirakan membukukan kenaikan surplus Neraca Perdagangan, meskipun pertumbuhan nilai ekspor diperkirakan turun di Desember. Selain Tiongkok, Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) juga dijadwalkan rilis awal pekan ini (15/1). NPI diperkirakan defisit $2.05 miliar, dengan nilai ekspor turun 3.28% yoy di Desember. Hal ini akan memberikan sentimen negatif bagi IHSG di awal pekan ini. Oleh sebab itu, waspadai profit taking di awal pekan dengan potensi koreksi ke 6275-6300. Meski demikian, secara umum, data-data domestik terbaru lainnya relatif positif. Sehingga IHSG masih berpeluang melanjutkan bullish trend di sisa pekan ini, dengan target penguatan hingga 6400-6500.

Top