Research

PHINTAS Weekly Report 7 Januari 2019

Indeks-indeks Wall Street membukukan rebound pada perdagangan Jumat (4/1), dipicu oleh data ekonomi AS dan pernyataan Kepala the Fed, Jerome Powell. Labor Department mencatatkan penyerapan tenaga kerja baru sebesar 312,000 di Desember, jauh melampaui ekspektasi yang hanya sebesar 176,000. Meski demikain, Jerome Powell menekankan bahwa the Fed akan lebih berhati-hati dalam memutuskan kebijakan moneternya di tahun 2019. Mengingat data inflasi yang relatif stagnan di kisaran 2% yoy.

 

Kedua sentimen di atas dan intervensi Bank Indonesia di pasar Domestic Non-Deliverable Forwards (DNDF) menjadi faktor utama yang medorong berlanjutnya penguatan nilai tukar Rupiah di awal pekan ini. Sebagai informasi, nilai tukar Rupiah menguat sebesar 1.87% sepanjang pekan kemarin. Oleh sebab itu, penurunan Cadangan Devisa Indonesia yang diperkirakan terjadi di Desember (7/1) tidak akan berdampak signifikan terhadap laju penguatan IHSG di awal pekan ini. Sebab, data penjualan eceran dan keyakinan konsumen di Indonesia diperkirakan menunjukan peningkatan. Selain itu, confidence Investor di Indonesia juga bertambah jelang pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping pada 7-9 Januari 2019. Diharapkan tercapai kesepakatan perdagangan dalam pertemuan kali ini. Sentimen positif lain adalah rebound harga minyak dunia, merespon penurunan volume produksi minyak Arab Saudi.

Top