Research

PHINTAS Daily Report 4 Januari 2019

Kekhawatiran dampak negatif dari perang dagang antara AS dengan Tiongkok juga diperkirakan memicu aksi panic selling di pasar modal Indonesia. Terlebih, investor masih menantikan data Cadangan Devisa per Desember (7/1) yang diperkirakan turun. Penurunan ini seiring dengan fluktuasi nilai tukar Rupiah dan defisit Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) pada bulan Desember. Kedua hal diatas, dinilai sebagai salah satu dampak tidak langsung dari berlarutnya perang dagang antara AS dengan Tiongkok. Oleh sebab itu, IHSG rawan mengalami profit taking di akhir pekan ini (4/1). IHSG diperkirakan melemah ke kisaran 6150-6180 pada hari ini (4/1).

 

Meski demikian, untuk jangka panjang, akumulasi beli dapat dilakukan pada sejumlah emiten bluechip, termasuk emiten konstruksi BUMN yang beberapa diantaranya berhasil memenuhi target perolehan kontrak baru di tahun 2018. Secara umum, outlook ekonomi Indonesia masih baik di 2019, meski dibayangi risiko perlambatan ekonomi global.

Top