Research

PHINTAS Weekly Report 8 Oktober 2018

Meskipun tingkat pengangguran AS September 2018 turun ke level terendah (3.7% vs 3.9% MoM), penambahan tenaga kerja  non-pertanian September 2018 tercatat dibawah ekspektasi konsensus (134K vs 185K MoM). Sejalan dengan itu, US 10-Year Treasury Yield meningkat ke kisaran 3.20% mengindikasikan antisipasi investor terhadap potensi kenaikan Fed Fund Rate  yang lebih agresif menyusul perkembangan sektor ketenagakerjaan. Dengan demikian, Wall Street ditutup melemah signifikan mengakhiri perdagangan pekan lalu (5/10). Pada pekan ini, diperkirakan investor cenderung wait and see menanti rilis data inflasi AS pada Kamis (11/10) yang akan menjadi indikator terhadap kebijakan The Fed pada rapat selanjutnya (8/11).

 

Sejalan dengan perkembangan sektor ketenagakerjaan AS, diperkirakan bursa regional cenderung tertekan pada perdagangan pekan ini, seiring dengan spekulasi terhadap kenaikan Fed Fund Rate yang lebih agresif. Sementara itu, selain dipengaruhi oleh sentimen global, bursa domestik IHSG akan dipengaruhi juga oleh penurunan cadangan devisa September 2018 (114.80B vs 117.90B MoM). Sejalan dengan hal tersebut nilai tukar Rupiah diperkirakan melemah sepanjang pekan ini dengan kisaran Rp15,100-Rp15,200 dan IHSG berpotensi melemah dengan rentang 5650-5810.

Top