Research

PHINTAS Weekly Report 24 September 2018

Isu perang dagang masih membayangi pergerakkan bursa global dan regional pada perdagangan pekan ini seiring dengan penetapan berlakunya tarif impor baru oleh AS dan Tiongkok hari ini (24/9). Hal ini berpotensi memicu koreksi di awal pekan seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap uncertainty kondisi ekonomi global. Sementara itu, di luar isu perang dagang, investor juga akan berfokus pada rapat The Fed yang akan dilaksanakan pada Kamis (27/9). Diperkirakan The Fed akan melanjutkan kenaikan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps. Selain itu, outlook The Fed terhadap kondisi ekonomi AS juga menjadi fokus investor. Kenaikan Fed Fund Rate dapat menekan kinerja mata uang berbagai negara. Dengan begitu, diperkirakan bursa global dan regional bergerak konsolidatif cenderung melemah sepanjang pekan ini.

 

Sejalan dengan sentimen di atas, pergerakkan IHSG diperkirakan searah dengan bursa global dan regional. Sektor keuangan pada pekan ini rawan terkoreksi seiring potensi melemahnya Rupiah tertekan oleh rencana kenaikan Fed Fund Rate (27/9). Pada hari Kamis (27/9) tersebut, investor domestik juga akan berfokus pada hasil RDG BI yang diperkirakan akan menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5.75%. Emiten sektor keuangan seperti BBNI, BMRI, BBRI, dan BBCA dapat dihindari pada pekan ini.

Top