Research

PHINTAS Weekly Report 27 Agustus 2018

Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (24/8) didukung oleh sentimen positif dari pernyataan gubernur The Fed, Jerome Powell. The Fed optimis terhadap pertumbuhan ekonomi AS yang kuat, sehingga kenaikan tingkat suku bunga acuan masih akan dilanjutkan secara bertahap. Menyusul pernyataan tersebut, US 10-Year Treasury Yield menguat ke level 2.82% sampai dengan hari ini (27/8). Meskipun begitu, momentum ini masih dibayangi oleh sentimen negatif perang dagang antara Tiongkok dan AS seiring belum adanya kesepakatan yang signifikan pada pertemuan kedua negara pekan lalu (24/8). Sentimen ini diperkirakan masih akan membayangi pergerakkan bursa global dan regional pada pekan ini. Selain itu, investor juga akan cenderung wait and see terhadap rilis awal data pertumbuhan ekonomi AS pada Rabu (29/8) menyusul sinyal berlanjutnya kenaikan Fed Funds Rate.

 

Sinyal positif The Fed juga berpotensi menjadi sentimen negatif bagi perdagangan IHSG selama pekan ini. Hal ini dapat kembali menekan nilai tukar rupiah yang saat ini sudah berada di kisaran Rp14,500-Rp14,600. Selain itu, investor juga diperkirakan cenderung wait and see menjelang bulan September 2018, mencermati dampak dari berlakunya perluasan program B20 yang akan dimulai pada 1 September 2018.

Top