Research

PHINTAS Market Preview 7 Agustus 2018

 

Merespon hasil pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q2-2018 yang melebihi ekspektasi (5.27% vs 5.16% YoY), IHSG ditutup menguat 1.56% didukung oleh sektor aneka industri (+3.55%) dan infrastruktur (+3.49%). Hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencapai 5.14% YoY setelah sebelumnya stagnan di kisaran 5%. Selain itu, PMTB juga masih bertumbuh 5.87% YoY mengindikasikan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah yang masih ekspansif. Selain itu, aksi beli investor asing juga menjadi stimulus bagi IHSG dengan nilai nett buy mencapai Rp359.98 miliar.
Kinerja IHSG mengungguli mayoritas bursa regional yang terkoreksi seperti Nikkei (-0.08%) dan SSEC (-1.26%). Sentimen perang dagang masih membayangi perdagangan bursa regional seiring dengan penetapan tarif impor baru oleh China terhadap produk agrikultur AS senilai US$60 miliar.

Merespon hasil pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q2-2018 yang melebihi ekspektasi (5.27% vs 5.16% YoY), IHSG ditutup menguat 1.56% didukung oleh sektor aneka industri (+3.55%) dan infrastruktur (+3.49%). Hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang mencapai 5.14% YoY setelah sebelumnya stagnan di kisaran 5%. Selain itu, PMTB juga masih bertumbuh 5.87% YoY mengindikasikan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah yang masih ekspansif. Selain itu, aksi beli investor asing juga menjadi stimulus bagi IHSG dengan nilai nett buy mencapai Rp359.98 miliar.

 

Kinerja IHSG mengungguli mayoritas bursa regional yang terkoreksi seperti Nikkei (-0.08%) dan SSEC (-1.26%). Sentimen perang dagang masih membayangi perdagangan bursa regional seiring dengan penetapan tarif impor baru oleh China terhadap produk agrikultur AS senilai US$60 miliar.

 

Top