Research

PHINTAS Weekly Report 30 Juli 2018

Meskipun didukung oleh rilis awal pertumbuhan ekonomi AS pada Q2-2018 yang lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya (4.1% vs 2.2% QoQ), Wall Street ditutup melemah tertekan oleh sektor teknologi seiring dengan penurunan outlook. Selain itu, pertumbuhan ekonomi AS yang tinggi masih dibayangi oleh sentimen perang dagang dengan China. Oleh karena itu, nilai tukar dolar juga bergerak cenderung stagnan terhadap sejumlah mata uang internasional. Merespon koreksi Wall Street, bursa regional diperkirakan bergerak konsolidatif cenderung melemah, menantikan hasil rapat BOJ pada Selasa (31/7). Investor akan mencermati keputusan kebijakan moneter terkait dengan rencana pengurangan stimulus moneter yang masif, meskipun tingkat inflasi masih jauh dari target BOJ (0.7% vs 2.0% YoY).

 

IHSG diprediksi bergerak konsolidatif dipengaruhi oleh sentimen domestik, salah satunya adalah rencana dibatalkannya aturan DMO bagi komoditas batubara. Hal ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan devisa negara dengan mendorong kegiatan ekspor agar current account deficit (CAD) dapat berkurang. Investor akan melakukanpenyesuaian terhadap perubahan aturan ini, sehingga diperkirakan sektor pertambangan akan bergerak fluktuatif pada pekan ini.

Top